Tingkatkat kesiapsiagaan sejak dini, BPBD edukasi siswa SDN 67

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBD) Kota Banda Aceh memperkuat edukasi mitigasi bencana untuk satuan pendidikan di kota setempat, baik kepada pelajar maupun dewan guru secara berkelanjutan.

“Hari ini kita kembali melaksanakan simulasi ke SPAB (satuan pendidikan aman bencana) sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banda Aceh, Cut Ahmad Putra, di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Cut Ahmad Putra di sela-sela pelaksanaan kegiatan simulasi bencana gempa dan tsunami untuk pelajar dan guru di SDN 67 Percontohan Banda Aceh.

Putra mengatakan kegiatan tersebut bertujuan  untuk memperkenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi siswa sekolah dasar.

Ia menjelaskan, dalam edukasi ini, pihaknya memberikan semua informasi tentang apa saja kebencanaan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Kemudian, dilanjutkan dengan simulasi yang menggambarkan kondisi tertentu. Anak-anak diarahkan pada kegiatan perlindungan tahap awal apabila bencana terjadi. Lalu, penentuan titik kumpul hingga evakuasi akhir berdasarkan lokasi sekolah masing-masing.

“Kegiatan yang kita lakukan untuk memberikan edukasi kepada sekolah, baik itu kepada dewan guru maupun murid, bagaimana cara kita mengatasi bencana yang hadir,” ujarnya.

Putra menuturkan, edukasi mitigasi bencana ini merupakan kegiatan rutin dan dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dibutuhkan mengingat siswa sekolah terus berganti setiap tahunnya.

Sedangkan untuk guru atau tenaga kependidikan, lanjut dia, BPBD juga memberikan pelatihan khusus agar mereka dapat memahami kondisi sekolah, dan bagaimana harus bersikap saat terjadi bencana.

“Tujuan utama kepada guru, karena mereka hadir di menit pertama bencana. Makanya kita memberikan edukasi dan pemahaman kepada guru, apa-apa saja yang harus dipahami dan dilakukan saat bencana hadir,” katanya.

Putra menyebutkan, sejauh ini pihaknya sudah memberikan edukasi dan simulasi bencana kepada 13 sekolah di Banda Aceh, serta ikut mengecek fasilitas sekolah untuk mengetahui titik kumpul hingga lokasi evakuasi akhir.

“Kita juga mengecek seluruh fasilitas sekolah, baik itu titik kumpul, jalur evakuasi, kemudian penyelamatan tahap awal hingga evakuasi akhir,” ujar Putra.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mendorong masyarakat untuk memahami langkah kesiapsiagaan bencana sesuai UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Jadi semua masyarakat, baik itu elemen pendidikan, masyarakat, dunia pendidikan, kemudian swasta, itu terlibat dalam semua kegiatan kebencanaan,” katanya.

Dirinya kembali menegaskan, berbagai edukasi yang diberikan seperti desa tangguh bencana, keluarga tangguh bencana, sekolah pendidikan aman bencana tersebut merupakan ikhtiar meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap mitigasi bencana. Mengingat, Banda Aceh ini adalah kota rawan bencana.

“Jadi kita tidak bisa menghindar dari bencana, tapi bagaimana berupaya untuk mengurangi risiko dan dampak korban dari bencana tersebut. Karena itu, yang kita latih adalah pengurangan risiko terhadap masyarakat dan dunia pendidikan,” demikian Cut Ahmad Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *