Sinergi Warga, Polisi, dan Dinsos Aceh Selamatkan Anak Terlantar di Banda Aceh

Sinergi Warga, Polisi, dan Dinsos Aceh Selamatkan Anak Terlantar di Banda Aceh

Banda Aceh|BidikIndonesia.com — Sinergi cepat antara warga, aparat kepolisian, dan pekerja sosial Dinas Sosial Aceh berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki terlantar yang ditemukan berjalan seorang diri di kawasan Banda Aceh pada Minggu dini hari (1/2/2026).

Peristiwa ini bermula ketika sejumlah warga melihat seorang anak kecil berusia sekitar empat tahun tampak kebingungan dan berjalan tanpa pendamping di tengah malam. Kondisi tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar yang khawatir akan keselamatan sang anak.

Melihat situasi yang tidak biasa, warga segera mengamankan anak tersebut dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Anak itu kemudian dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk mendapatkan perlindungan sementara serta memastikan kondisinya aman.

Langkah cepat warga ini dinilai sangat penting, mengingat anak tersebut berpotensi mengalami bahaya apabila dibiarkan sendirian di jalan pada waktu dini hari.

Setibanya di Polresta Banda Aceh, aparat kepolisian segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh untuk penanganan lebih lanjut. Anak tersebut kemudian diserahkan kepada pihak Dinsos Aceh guna dilakukan asesmen awal serta proses perlindungan sesuai prosedur penanganan anak terlantar.

Bacaan Lainnya

Pekerja sosial Dinas Sosial Aceh, Nisa, melakukan pemeriksaan awal sekaligus penelusuran identitas anak tersebut. Proses ini mencakup penggalian informasi, memastikan kondisi psikologis anak, serta mencari keberadaan keluarga atau orang tuanya.

Upaya pencarian dilakukan dengan cepat melalui koordinasi lintas pihak, termasuk aparat setempat dan masyarakat sekitar.

Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M, mengapresiasi kepedulian masyarakat serta respons cepat aparat kepolisian dalam menyelamatkan anak tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada warga yang sigap mengamankan anak ini, serta kepada pihak kepolisian yang langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh. Ini adalah bentuk nyata sinergi dalam perlindungan anak,” ujar Chaidir.

Ia menegaskan bahwa setiap anak yang ditemukan dalam kondisi terlantar harus segera mendapatkan perlindungan dan pendampingan sesuai prosedur.

“Anak-anak adalah kelompok rentan yang wajib kita jaga bersama. Dinas Sosial Aceh akan terus memastikan penanganan dilakukan secara humanis, mulai dari asesmen hingga reunifikasi dengan keluarga,” tambahnya.

Chaidir juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar.

“Jika ada anak yang terlihat sendirian atau terlantar, segera hubungi aparat gampong, kepolisian, atau Dinas Sosial. Kepedulian masyarakat adalah kunci utama dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Chaidir.

Setelah dilakukan penelusuran beberapa waktu, keberadaan orang tua sang anak akhirnya berhasil diketahui. Anak tersebut kemudian direunifikasi atau dipertemukan kembali dengan keluarganya sesuai prosedur perlindungan anak.

Proses reunifikasi ini menjadi akhir yang menggembirakan, sekaligus memastikan sang anak kembali dalam pengasuhan keluarga dengan aman.

Pentingnya Peran Bersama

Kasus ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam situasi yang melibatkan anak-anak rentan. Selain itu, koordinasi cepat antara warga, kepolisian, dan pekerja sosial menjadi kunci keberhasilan penanganan kasus anak terlantar.

Dinas Sosial Aceh juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan anak yang berada dalam kondisi terlantar atau membutuhkan pertolongan.

Dengan adanya kerja sama semua pihak, kasus-kasus keterlantaran anak dapat ditangani lebih cepat dan tepat, demi memastikan hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *