Setiap Hari Ribuan Pengunjung Sambangi Museum Tsunami Aceh

Setiap Hari Ribuan Pengunjung Sambangi Museum Tsunami Aceh

Banda Aceh | Bidik Indonesia – UPTD Museum Tsunami Aceh mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung selama libur Idulfitri 1446 H. Sejak dibuka pada H+4 lebaran atau 3 April 2025, tercatat 8.050 wisatawan dalam sehari.

Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode serupa di tahun 2024 yang sebanyak 5.606 pengunjung.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra AZ, menyatakan bahwa kenaikan ini tidak lepas dari perluasan akses informasi dan pembaruan fasilitas museum.

“Selain wisatawan dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kami juga menjaring pengunjung dari Riau, Bengkulu, bahkan turis internasional seperti Malaysia, Singapura, dan Eropa,” ujarnya di Banda Aceh, Kamis, 3 April 2025.

Peningkatan kunjungan ini didukung oleh sejumlah inovasi terbaru museum, seperti digitalisasi yang merekonstruksi peristiwa tsunami 2004, pembaharuan pameran temporer setiap tahun, serta kolaborasi dengan beberapa pihak untuk menggelar acara di museum untuk menarik minat pengunjung.

Bacaan Lainnya

“Kami juga membuka layanan pemanduan (guide) bilingual untuk memudahkan wisatawan asing dalam memahami sejumlah informasi yang mereka butuhkan,” tambah Syahputra.

Ia menjelaskan, pada Idulfitri tahun ini pihaknya menghadirkan pameran temporer yang menampilkan peran gajah saat peristiwa Tsunami Aceh, 26 Desember 2004 silam.

“Ada juga pameran USAID – Kemitraan yang Tangguh dan pameran PBB – Setelah Gelombang Reda yang bisa diakses pengunjung selain pemeran tetap,” kata Syahputra.

Selama libur lebaran, museum buka sesuai dengan jam operasional mulai pukul 09.00-12.00 WIB dan 14.00-16.00 WIB. Khusus Jumat, 4 Maret 2025, Museum Tsunami Aceh buka Pukul 09.00-12.00 WIB dan 14.30-16.30 WIB.

Pemutaran film dokumenter yang biasa diputar di ruang audio visual juga diputar di ruang edukasi karena tingginya minat pengunjung dalam mengakses film yang menceritakan bencana 2004 silam.

Syahputra berharap tren positif ini dapat dipertahankan dengan rencana pengembangan UPTD Museum Tsunami Aceh menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada pengunjung museum.

“Kami optimis Museum Tsunami Aceh tidak hanya jadi ikon sejarah, tapi juga pusat edukasi kebencanaan bertaraf internasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah pengunjung ke Museum Tsunami Aceh yang tercatat 8.050 orang, terdiri atas 5.362 pengunjung dewasa, 2.656 pengunjung anak dan 32 pengunjung asing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *