Satria: Untuk Haili Yoga Renungan Sebelum Shalat Shubuh

Bidik Indonesia.com. TAKENGON — Dalam tata kelola pemerintahan, seorang pemimpin memang dituntut memiliki keberanian mengambil keputusan, keyakinan terhadap arah kebijakan, serta kemampuan memberikan kepastian kepada aparatur dan masyarakat.
Namun, ada batas yang perlu dijaga, kepercayaan diri tidak boleh berubah menjadi rasa terlalu yakin bahwa keputusan sendiri selalu benar.

Pesan ini untuk siapa pun yang memegang kekuasaan publik, termasuk Bupati Aceh Tengah Haili Yoga. Secara akademis, fenomena tersebut dikenal sebagai overconfidence, yaitu kecenderungan seseorang menilai kemampuan, pengetahuan, atau ketepatan keputusannya lebih tinggi daripada yang sebenarnya.

Literatur mengenai kepemimpinan menunjukkan bahwa kekuasaan dan posisi kepemimpinan dapat meningkatkan risiko munculnya pengambilan keputusan yang terlalu percaya diri. Karena itu, kritik terhadap kepemimpinan tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai serangan politik. Kritik, perbedaan pendapat, dan masukan dari lingkungan pemerintahan justru merupakan mekanisme penting untuk mencegah kesalahan dalam pengambilan keputusan.

BAHAYANYA JIKA PEMIMPIN TERLALU PERCAYA DIRI

Dalam sebuah organisasi pemerintahan, pemimpin memiliki posisi yang sangat menentukan. Ketika pemimpin terlalu yakin terhadap penilaiannya sendiri, terdapat beberapa risiko. Pertama, informasi yang berbeda bisa dianggap sebagai gangguan. Padahal, informasi yang tidak sesuai dengan pandangan pemimpin justru dapat menjadi bahan koreksi sebelum sebuah kebijakan dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

Salah satu Penelitian mengenai pengambilan keputusan menunjukkan bahwa overconfidence dapat membuat pemimpin lebih rentan terhadap bias, termasuk kecenderungan mengambil kesimpulan terlalu cepat dan mengabaikan kemungkinan kesalahan dalam penilaian.

Kedua, organisasi dapat kehilangan budaya kritik. Jika bawahan merasa pendapat berbeda tidak dihargai, mereka dapat memilih diam. Dalam jangka panjang, pemimpin mungkin hanya menerima informasi yang menyenangkan atau sesuai dengan pandangannya, dalam bahasa kerenya Asal Bapak Senang (ABS)

Fenomena opinion conformity dan pemberian pujian berlebihan juga telah dikaji sebagai faktor yang dapat memperkuat rasa percaya diri pemimpin secara tidak sehat dan berujung pada pengambilan keputusan yang bias.

Ketiga, kesalahan kecil dapat berkembang menjadi persoalan organisasi. Sebuah keputusan pemerintah tidak berhenti pada meja seorang kepala daerah. Ia dapat berdampak terhadap anggaran, birokrasi, pelayanan publik, pembangunan, dunia usaha, serta kehidupan masyarakat.

Karena itu, semakin besar kewenangan seorang pemimpin, semakin besar pula kebutuhan terhadap mekanisme koreksi.

ACEH TENGAH MEMBUTUHKAN PEMIMPIN YANG KUAT SEKALIGUS TERBUKA

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri dalam berbagai publikasi resmi menekankan pentingnya pelayanan publik, kedekatan pemerintah dengan masyarakat, serta penyampaian informasi mengenai kinerja pemerintah kepada publik.

Prinsip tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap kritik.Pemimpin yang kuat bukanlah pemimpin yang selalu merasa dirinya paling benar.

Pemimpin yang kuat adalah pemimpin yang mampu mengatakan:

“Saya memiliki keyakinan terhadap keputusan ini, tetapi saya tetap membuka ruang apabila ada data dan argumentasi yang menunjukkan bahwa keputusan tersebut perlu diperbaiki.”

Sikap semacam itu bukan tanda kelemahan. Justru menunjukkan adanya kapasitas reflektif dalam kepemimpinan.

JANGAN SAMPAI KEKUASAAN MEMBUAT PEMIMPIN KEHILANGAN KOREKSI

Aceh Tengah memiliki persoalan pemerintahan yang kompleks. Karena itu, Bupati membutuhkan aparatur yang berani menyampaikan fakta, akademisi yang kritis, masyarakat sipil yang aktif, serta media yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Pemimpin yang hanya dikelilingi orang-orang yang selalu mengatakan “iya” akan kehilangan salah satu instrumen terpenting dalam pengambilan keputusan informasi yang jujur.

Dalam penelitian tentang kepemimpinan, salah satu pendekatan yang disarankan untuk mengurangi risiko overconfidence adalah membangun budaya yang memungkinkan constructive dissent atau perbedaan pendapat yang konstruktif, melakukan evaluasi sebelum keputusan diambil, dan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

PESAN UNTUK BUPATI HAILI YOGA

Kritik ini bukan ajakan untuk melemahkan pemerintahan. Sebaliknya, ini merupakan pengingat bahwa kekuasaan publik harus selalu disertai mekanisme koreksi.

Haili Yoga sebagai Bupati Aceh Tengah memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah pemerintahan. Justru karena itu, setiap keputusan strategis perlu diuji melalui data, argumentasi, konsultasi, dan kritik dari berbagai pihak. Jangan terlalu percaya diri. Sebab dalam pemerintahan, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi seorang pemimpin. Yang dipertaruhkan adalah uang publik, kualitas birokrasi, kepercayaan masyarakat, dan masa depan daerah.

Pemimpin boleh yakin.
Tetapi jangan sampai keyakinan mengalahkan data, jabatan mengalahkan kritik, dan kekuasaan mengalahkan akal sehat.

Aceh Tengah membutuhkan kepemimpinan yang percaya diri, tetapi tetap rendah hati terhadap fakta dan terbuka terhadap koreksi.

Penulis
Satria Darmawan S.Kep.,Cmt Mahasiswa Pascasarjana Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Prodi Magister Administrasi Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *