Perkuat tata kelola ZISWAF, Illiza kukuhkan Baitul Mal Gampong

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Wali Kota Banda Aceh IIliza Sa’aduddin Djamal mengukuhkan pengurus Baitul Mal Gampong (desa) se Kota Banda Aceh sebagai upaya memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF)yang transparan dan akuntabel.

“Potensi zakat di gampong cukup besar. Karena itu perlu dibuat identifikasi dan database siapa yang menjadi muzakki, siapa mustahik, dan yang mengumpulkan zakat di gampong sehingga semuanya dapat dikelola secara transparan,” kata Illiza Sa’aduddin Djamal usai melantik, di Banda Aceh, Jumat.

Illiza mengatakan, pengurus Baitul Mal Gampong memegang amanah besar dalam mengelola potensi zakat di wilayah masing-masing. Karena, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar semakin mendapat kepercayaan masyarakat.

Dirinya menjelaskan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan ZISWAF melalui pengembangan aplikasi berbasis digital.

Dengan sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat menyalurkan zakat melalui WhatsApp maupun QRIS, sementara pendataan muzakki dan mustahik dilakukan secara terintegrasi sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

“Kalau ini bisa dikelola dengan sebaik-baiknya bersama masyarakat, tokoh masyarakat, dan para keuchik (kepala desa), Insya Allah kesejahteraan masyarakat gampong akan lebih baik ke depan,” ujar IIliza.

Dalam kesempatan ini, Ketua Baitul Mal Gampong Punge Blang Cut, Marwan Usman mengatakan, program pertama yang dilakukan setelah pengukuhan ini yaitu mendata para muzakki di gampong sebagai langkah awal mengoptimalkan potensi zakat.

Ia mengakui tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah belum tumbuhnya kepercayaan penuh masyarakat terhadap Baitul Mal Gampong.

“Banyak tantangannya. Salah satunya para calon muzakki belum percaya penuh kepada Baitul Mal gampong,” katanya.

Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat, pihaknya bakal mengintensifkan sosialisasi melalui para ustadz serta menerapkan pengelolaan zakat transparan.

“Kita berharap jumlah muzakki terus bertambah sehingga potensi zakat dapat tersalurkan kepada para mustahik, khususnya fakir miskin, secara lebih optimal,” pungkas Marwan Usman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *