Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mempercepat proses perbaikan sistem pompa air di kawasan Underpass Beurawe pasca terjadinya pencurian kabel beberapa waktu lalu. Perbaikan tersebut dilakukan agar underpass yang menjadi salah satu jalur vital masyarakat itu dapat kembali berfungsi normal dan bebas dari genangan air.
Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, Kamis (07/05/2026), mengatakan kabel baru yang sebelumnya dipesan telah tiba dan langsung dipasang oleh petugas di lapangan.
“Alhamdulillah, untuk kabelnya setelah kita pesan sudah datang dan langsung kita pasang hari ini,” kata Rulli saat meninjau proses pekerjaan di kawasan Underpass Beurawe.
Ia menjelaskan, saat ini tim teknis sedang melakukan pemasangan kabel dari pompa menuju panel utama. Proses tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan apakah kondisi pompa di dalam kolam penampungan masih berfungsi dengan baik atau justru mengalami kerusakan akibat insiden pencurian kabel sebelumnya.
Menurut Rulli, selama kabel belum terkoneksi dengan panel, pihaknya belum dapat memastikan kondisi pompa secara keseluruhan. Karena itu, proses pengecekan dilakukan secara bertahap agar sistem dapat kembali dioperasikan secara maksimal.
“Karena pencurian kabel kemarin, kita belum tahu kondisi pompa dalam kolam bagaimana, masih bagus atau hangus. Kondisi ini bisa kita lihat setelah terkoneksi kabel dari pompa ke panel,” ujarnya.
Pencurian kabel instalasi pompa tersebut sempat mengganggu sistem pengendalian genangan di underpass. Akibatnya, ketika hujan deras mengguyur Kota Banda Aceh, kawasan itu rawan tergenang dan menghambat arus lalu lintas kendaraan.
Dinas PUPR pun bergerak cepat melakukan pengadaan kabel baru sekaligus menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh terhadap instalasi pompa air. Pemerintah berharap proses pekerjaan dapat selesai dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga underpass bisa kembali beroperasi normal.
Rulli juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan dan memberikan ruang bagi petugas menyelesaikan pekerjaan teknis di lapangan.
“Kita harapkan masyarakat bisa bersabar dan sementara melewati jalur alternatif lainnya sampai pekerjaan ini selesai,” katanya.
Underpass Beurawe selama ini menjadi akses penting penghubung sejumlah kawasan di Kota Banda Aceh. Karena itu, keberadaan sistem pompa air yang berfungsi optimal sangat dibutuhkan untuk mencegah genangan, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah kota.
Pemerintah Kota Banda Aceh juga berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas publik agar kejadian pencurian kabel yang merugikan masyarakat tidak kembali terulang.(**)







