Pemerintah Aceh pastikan layanan Trans Koetaradja tetap gratis

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Pemerintah Aceh memastikan bahwa layanan angkutan umum bus Trans Koetaradja tetap digratiskan untuk masyarakat Aceh, termasuk kepada orang luar yang sedang berada di tanah rencong.

“Pemerintah Aceh memastikan layanan gratis tersebut (angkutan umum Trans Koetaradja) tetap berlanjut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Banda Aceh.

Pernyataan itu disampaikan M Nasir saat menghadiri peringatan satu dekade (10 tahun) pelayanan Trans Koetaradja di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh.

Sebagai informasi, Trans Koetaradja pertama beroperasi sejak 2016 dan terus mengalami penambahan, pada awal hanya sebanyak 25 unit, dan saat ini telah mencapai 60 unit bus.

Untuk jumlah halte permanen di 2016 sebanyak 16 unit, kini berjumlah 94 unit. Tahun 2016 awal rute yang dilayani hanya satu, dan terus bertambah, hingga saat ini sudah menjadi 14 rute.

Bacaan Lainnya

Kemudian, panjang jalan yang dilalui pada 2016 hanya 12,6 Km, sekarang mencapai 184,4 km dalam wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, dan mengangkut 2.000-4.000 penumpang per hari tanpa dipungut biaya.

Nasir mengatakan, selama satu dekade ini, Trans Koetaradja telah mengangkut 10 juta penumpang secara gratis, sehingga kini telah menjadi ikon pelayanan transportasi publik di Aceh.

Ia menyampaikan, peringatan 10 tahun Trans Koetaradja bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan menjadi refleksi atas upaya pemerintah Aceh dalam meningkatkan pelayanan publik.

“Komitmen menghadirkan transportasi publik yang berkualitas, inklusif, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah bakal terus meningkatkan layanan transportasi publik ini, baik melalui sistem digitalisasi serta upaya menghadirkan untuk daerah lainnya di Aceh.

“Pemerintah Aceh berkomitmen mendorong pengembangan sistem angkutan umum massal secara bertahap di berbagai kabupaten/kota lain di Aceh,” tegas M Nasir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan layanan gratis Trans Koetaradja selama 10 tahun terakhir merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Trans Koetaradja menjadi saksi perjalanan ribuan pelajar, pekerja, para ibu ke pasar, hingga jamaah ke masjid,” katanya.

Untuk meningkatkan pelayanan, tambah dia, Dishub Aceh juga telah meluncurkan inovasi baru berupa layanan Q-Raja dan Kartu Raja.

“Q-Raja merupakan sistem check in menggunakan QR code, sementara Kartu Raja disiapkan bagi penumpang yang belum terbiasa menggunakan smartphone,” demikian T Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *