Nakhoda Kapal BRR Sempat Minta Disiapkan Ambulans, tapi Nyawa Penumpang tak Tertolong

Sabang|BidikIndonesia.com – Seorang penumpang KMP BRR dilaporkan meninggal dunia saat kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan, Kota Sabang.

Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Balohan, Gema Eka Putra SKM saat dikonfirmasi  mengakui peristiwa itu.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, pihaknya menerima informasi dari nakhoda bahwa ada seorang penumpang yang mengalami sesak napas.

Lalu, kapten kapal meminta agar ambulans disiagakan di dermaga Pelabuhan Balohan.

“Begitu menerima kabar dari Nahkoda, kami langsung bergerak cepat dengan menyiagakan satu unit ambulans beserta petugas medis di dermaga,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Namun, sekitar 10 hingga 15 menit setelah itu, pihaknya kembali berkomunikasi dengan kapten kapal dan menerima kabar bahwa penumpang tersebut telah meninggal dunia.

“Saya hubungi kembali kapten kapal untuk menanyakan perkembangan kondisi pasien. Namun, diinformasikan bahwa pasien sudah tidak bernapas lagi,” ungkap Gema.

Menurut keterangan dari kapten kapal, kondisi pasien dinyatakan tidak bernyawa oleh salah seorang penumpang yang berlatar belakang sebagai tenaga medis.

Penumpang tersebut sempat melakukan tindakan pertolongan pertama, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), dan dilakukan nafas buatan namun takdir berkata lain.

“Perawat yang berada di atas kapal telah melakukan RJP, namun menyatakan bahwa pasien sudah tidak bernyawa,” tambahnya.

Baca juga: Ingin Bawa Kendaraan ke Sabang? Segera Pesan Tiket Kapal RoRo, Cek Jadwal & Harga untuk Senin Besok

Meski demikian, Gema menegaskan bahwa pihak karantina pelabuhan tidak memiliki wewenang untuk menyatakan seseorang meninggal dunia secara resmi.

Oleh karena itu, prosedur tetap dijalankan dengan membawa pasien ke RSUD Sabang untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan medis lebih lanjut oleh dokter.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban diketahui bernama Rahmat (66), warga Gampong Kuta Ateuh, Sabang, yang merupakan pensiunan pegawai dan pengakuan keluarga pasien memiliki riwayat penyakit Jantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *