Lhoksukon|BidikIndonesia.com – Duka mendalam kembali menyelimuti warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Setelah sempat dinyatakan hilang akibat terjangan banjir bandang, seorang warga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kebun milik warga di Gampong Biram Rayeuk, Rabu (25/3/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Sakdiah (49), seorang petani asal Gampong Lhok Reudeup. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus deras banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan seorang warga bernama Sulaiman, pemilik kebun tempat korban ditemukan. Sekitar pukul 08.30 WIB, ia melihat adanya tumpukan tanah yang tidak biasa di area kebunnya. Merasa ada yang janggal, Sulaiman kemudian melaporkan hal tersebut kepada Ismail, Wakil Tuha Peut setempat.
Menindaklanjuti laporan itu, Ismail bersama anaknya yang berprofesi sebagai bidan segera menuju lokasi untuk memastikan temuan tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, mereka dikejutkan dengan adanya kerangka manusia yang tertimbun di bawah tumpukan tanah. Penemuan tersebut langsung diinformasikan kepada warga lainnya dan aparat setempat.
Tak lama berselang, personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama anggota Koramil 14 Jambo Aye tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses identifikasi dilakukan dengan melibatkan pihak keluarga korban, yang kemudian memastikan bahwa jasad tersebut adalah Sakdiah.
Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Agus Alfian Halomoan Lubis, mewakili Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, menjelaskan bahwa korban merupakan salah satu warga yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir bandang melanda kawasan tersebut.
“Setelah dilakukan identifikasi bersama keluarga, dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan aparat kepolisian, TNI, serta warga setempat. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Gampong Lhok Reudeup untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Utara. Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian warga.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan di wilayah rawan bencana guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
Duka yang dirasakan keluarga korban juga menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat datang kapan saja, meninggalkan luka mendalam bagi mereka yang ditinggalkan.(**)







