Bireuen|BidikIndonesia.com– Kerusakan infrastruktur Akibat banjir yang melanda Kabupaten Bireuen mendapat atensi langsung dari pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum (PU) turun kelapangan untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan terarah.
Dalam pertemuan bersama Bupati Bireuen, Forkopimda, dan jajaran SKPK di Pendopo Bupati, terungkap sedikitnya lima jembatan mengalami kerusakan berat dan memutus akses antarwilayah. Kondisi tersebut berdampak pada distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi warga, hingga mobilitas pelajar.
Bupati Bireuen Mukhlis menyebutkan. pemulihan konektivitas menjadi kebutuhan mendesak. Selain pembangunan kembali jembatan permanen, pemerintah daerah juga mendorong normalisasi sungai, perbaikan ruas jalan yang amblas, serta rehabilitasi bendung irigasi yang rusak agar sawah masyarakat kembali teraliri air. Katanya Selasa 24/02/2026.
Menteri PU menegaskan komitmen percepatan penanganan dengan pendekatan konstruksi yang lebih kuat dan tahan terhadap potensi banjir berulang. Penanganan tidak hanya difokuskan pada perbaikan darurat, tetapi juga penguatan struktur agar infrastruktur lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.
“Langkah yang kita ambil harus menyentuh akar persoalan. Tidak cukup sekadar memperbaiki, tetapi memastikan daya tahan jangka panjang,” tegas Menteri di sela peninjauan.
Rombongan kemudian bergerak ke sejumlah titik terdampak, di antaranya Bendung DI Pante Lhong Kecamatan Juli, Jembatan Pante Lhong Kecamatan Peusangan, serta tanggul Sungai Cot Me Kecamatan Kuta Blang yang dilaporkan putus. Peninjauan langsung dilakukan untuk memetakan kebutuhan teknis sebelum tahap pengerjaan dimulai.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap realisasi rehabilitasi dapat segera berjalan agar stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan perdagangan, kembali pulih. Sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar proses pemulihan tidak berlarut dan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.
