Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Wali Kota Banda Aceh IIliza Sa’aduddin Djamal mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun baru 2026 ini untuk mendoakan saudara yang tertimpa musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor.
“Malam ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri, serta ikut mendoakan keluarga dan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Kamis dini hari.
Pernyataan itu disampaikan Illiza Sa’aduddin Djamal usai meninjau aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun baru di Simpang Lima Kota Banda Aceh.
Illiza berharap, seluruh pihak untuk benar-benar menumbuhkan empati kepada para korban. Karena, beban yang dirasakan masyarakat Aceh dan sumatera yang tertimpa musibah begitu berat. Mudah-mudahan, doa-doa semuanya diijabah Allah SWT.
“Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar terbaik, mempercepat proses pemulihan, dan tidak lagi terjadi bencana, sehingga kita bisa kembali hidup sebagaimana biasanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Illiza menyatakan bahwa malam pergantian tahun 2026 ini, tidak ada perayaan oleh masyarakat seperti membakar petasan hingga kembang api, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Di Banda Aceh sendiri, sudah sangat lama tidak ada perayaan pergantian tahun,” katanya.
Meskipun tidak ada perayaan malam pergantian, jalanan Banda Aceh juga dipadati masyarakat, hal itu karena besok libur, sehingga warga keluar rumah melihat kondisi kota.
“Hal itu masih sempat menimbulkan kemacetan. Tetapi, secara umum, jumlah warga yang beraktivitas di malam hari mengalami penurunan cukup signifikan dari sebelum-sebelumnya,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.
