Ibu dan Bapak-Bapak Tingkatkan Kewaspadaan, Pencurian Meteran PDAM Marak Lagi di Banda Aceh

Banda Aceh|Bidikindonesia.com – Peristiwa pencurian meteran air yang sempat marak beberapa tahun lalu, kini kembali terulang.

Karena intensnya kejadian itu terjadi masyarakat Kota Banda Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan, terkait maraknya kasus pencurian meteran PDAM yang mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dirut Perumdam Tirta Daroy, T Novizal Aiyub atau yang akrap disapa Ampon Yub, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya menerima hampir setiap hari laporan kasus pencurian meteran air.

Selain meteran air di perumahan, komplotan pencuri juga melakukan pencurian terhadap meteran air milik PDAM di kawasan pipa-pipa induk.

“Dan ini begitu marak terjadi. Kita menerima hampir setiap hari laporan kasus pencurian meteran air PDAM di perumahan atau kompleks-kompleks,” kata Ampon Yub.

Bacaan Lainnya

Bahkan kata Ampon, meteran air yang berada di rumahnya sendiri sudah dua kali dicuri oleh komplotan pencuri tersebut.

Dampaknya korban adalah masyarakat. Selain meterannya dicuri, akses kebutuhan air juga tidak terpenuhi. Mereka sudah korban meteran dicuri, juga tidak mendapatkan air

“Lebih parah lagi itu dicuri meter area milik kita di salah satu jembatan. Meteran area itu digunakan untuk menghitung berapa jumlah air yang masuk ke suara kawasan,” jelasnya.

Akibat meteran besar milik PDAM di dekat pipa induk itu dicuri, dampaknya puluhan rumah tidak mendapat akses air bersih. Kasus pencurian itu kini kian masif terjadi di Banda Aceh, selain mengganggu pelayanan juga merugikan masyarakat. Pasalnya meteran air tersebut milik masyarakat, dan jika hilang ia terpaksa mengganti sendiri.

Harga jual meteran listrik itu pun tidak terbilang murah, dijual Rp 400 ribu per satu unit. “Kalau pencuri itu mungkin mereka hanya jual tembaganya saja. Tapi masyarakat ini harus beli baru, kalau tidak mereka tidak mendapat akses air,” ujarnya.

PDAM tak ganti meteran

Perumdam Tirta Daroy sendiri tidak mengganti meteran air yang dicuri oleh para komplotan tersebut.

Hal itu mereka lakukan lantaran, jika nantinya meteran itu diganti oleh pihak PDAM, ditakutkan akan menjadi modus baru di kalangan masyarakat.

“Kalau kita ganti, dapat jadi modus di masyarakat. Kalau ada tagihan air, mereka hilangkan meterannya. Jadi serba salah, makanya masyarakat harus mengganti dan menjaga meterannya masing-masing,” ucapnya.

Bahkan selain meteran air, plat besi untuk penutup pipa juga ikut dicuri oleh para OTK.

Hal ini menjadi masalah baru dan perlu ada penindakan lebih lanjut.

“Kerugiannya sangat signifikan. Mungkin pencuri itu hanya menjual tembaganya saja per kilo. Paling hanya Rp 50 ribu, tapi masyarakat harus beli baru dengan harga mahal,” sambungnya.

Rata-rata kasus pencurian itu terjadi pada malam hari dan saat kondisi rumah kosong.

Sehingga ia mengimbau masyarakat agar dapat melakukan pengawasan bersama.

“Waspadalah sekarang banyak berkeliaran maling. Kalau kita saling peduli dan menjaga, kan takut juga maling itu beraksi,” pungkasnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *