Gerak Cepat Bank Aceh Pascabanjir: Dirut Tinjau Langsung, Layanan Dipulihkan di Lhokseumawe & Aceh Timur

Gerak Cepat Bank Aceh Pascabanjir: Dirut Tinjau Langsung, Layanan Dipulihkan di Lhokseumawe & Aceh Timur

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Komitmen Bank Aceh Syariah (BAS) untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama pada masa sulit, kembali terlihat. Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, turun langsung bersama tim melakukan kunjungan kerja maraton ke sejumlah kantor layanan yang terdampak banjir di Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan dan normalisasi operasional perbankan, terutama di wilayah yang menjadi simpul ekonomi masyarakat. Tiga titik utama yang dipantau adalah Kantor Cabang (KC) Lhokseumawe, KC Samudera Lhokseumawe, dan KC Idi di Aceh Timur.

Fadhil Ilyas menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini merupakan wujud komitmen Bank Aceh dalam menjaga prinsip service excellence serta keberpihakan kepada nasabah.

“Kami tidak ingin musibah ini berlama-lama mengganggu akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Ekonomi rakyat harus segera bangkit, dan Bank Aceh berkomitmen menjadi pendorong utama pemulihan itu,” ujar Fadhil di sela-sela peninjauan.

Di KCP Lhoksukon yang berada di bawah KC Samudera Lhokseumawe dan KCP Sampoinet di bawah KC Lhokseumawe, tim menemukan sejumlah kendala teknis dan kerusakan minor pada infrastruktur. Namun, berkat kesiapan tim tanggap darurat Bank Aceh, perbaikan berjalan sangat cepat. Pemulihan jaringan dilakukan non-stop 24 jam untuk menstabilkan koneksi internet serta memastikan transaksi real-time maupun operasional ATM kembali normal.

Bacaan Lainnya

Bank juga memastikan seluruh nasabah tetap dapat mengakses dana mereka, baik melalui ATM, aplikasi Mobile Banking Action, maupun layanan terbatas di kantor-kantor yang telah dipulihkan.

Fadhil menambahkan bahwa dalam situasi darurat bencana, Bank Aceh mengemban tanggung jawab besar sebagai bank daerah yang wajib menjaga keberlanjutan layanan keuangan masyarakat.

“Kami tidak hanya fokus pada pemulihan gedung dan sistem. Prioritas utama kami adalah memastikan masyarakat dapat kembali bertransaksi dengan nyaman, serta memastikan karyawan kami yang terdampak dapat segera bangkit,” ujarnya.

Hasil kunjungan lapangan tersebut langsung diikuti dengan beberapa keputusan cepat dan strategis. Tim teknis dikerahkan untuk mempercepat pembersihan dan perbaikan minor di kantor yang tidak terlalu terdampak, termasuk di KC Idi. Pemulihan jaringan ATM menjadi fokus utama agar kebutuhan penarikan tunai masyarakat dapat segera terpenuhi.

Inisiatif proaktif yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama ini menegaskan kepedulian Bank Aceh terhadap pelayanan publik, bahkan dalam kondisi bencana. Bank Aceh kembali membuktikan dirinya bukan hanya lembaga keuangan, tetapi juga mitra strategis Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Dengan rangkaian langkah cepat ini, Bank Aceh menargetkan seluruh kegiatan operasional di kantor-kantor yang terdampak dapat segera berjalan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *