Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Provinsi Aceh menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua periode 2025–2030, di sebuah meeting room Jl. Soekarno – Hatta, Gampong Mibo, Kota Banda Aceh.
Musda Asklin Aceh dihadiri Ketua Pengurus Pusat Asklin dr Eddi Junaidi SpOG SH MKes, Dewan Pembina Asklin Aceh, Ketua Asklin Kabupaten/Kota, dan pengurus Asklin Aceh. Proses pemilihan berlangsung tertib.
Setelah melalui sidang pleno, mayoritas peserta secara bulat kembali memilih dr Teuku Yusriadi SpBA, atau yang akrab disapa Doto Popon, sebagai Ketua Asklin Aceh.
Ini menjadi periode keduanya untuk menahkodai Asklin Aceh, setelah periode sebelumnya 2019-2024.
Tepuk tangan dan ucapan selamat langsung menggema di ruangan ketika hasil pemungutan suara diumumkan.
Sejumlah peserta bahkan langsung menyalami Doto Popon sebagai bentuk dukungan dan apresiasi.
Doto Popon menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan.
Ia menegaskan, ke depan Asklin Aceh akan menggelar pelantikan pengurus provinsi sekaligus pengurus cabang di 23 kabupaten/kota.
“Harapannya seluruh kabupaten bisa bersinergi dengan provinsi untuk melakukan advokasi dan meningkatkan mutu pelayanan,” kata Doto Popon, owner Klinik Nanggroe Madani, Gampong Kajhu, Aceh Besar.
Menurutnya, sinergi ini penting agar pelayanan klinik di daerah mampu menyesuaikan diri dengan regulasi, ritme, dan SOP yang diterapkan Kementerian Kesehatan maupun BPJS Kesehatan.
“Insyaallah, dengan kebersamaan, pelayanan akan semakin meningkat, dan teman-teman di daerah akan selalu mendapat informasi terkini, terutama perkembangan di era JKN yang regulasinya terus bertambah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PP Asklin dr Eddi Junaidi SpOG SH MKes, turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan Asklin Aceh.
Ia menilai kontribusi Asklin di Aceh sangat penting mengingat kondisi geografis daerah yang luas dan beragam, mulai dari wilayah kepulauan hingga pegunungan.
“Jarak tempuh ke fasilitas kesehatan di Aceh cukup jauh, sehingga kehadiran Asklin menjadi lini terdepan dalam pelayanan,”
“Kita berharap inovasi pengembangan klinik terus dilakukan, memberikan pelayanan kepada masyarakat dan kontribusi terhadap pemerintah daerah harus dikembangkan lebih jauh lagi,” harapnya.
Ia menambahkan, langkah ini dinilai penting untuk memperkuat peran Asklin dalam mendukung pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kesehatan.
Sebab, kata dr Eddi, klinik merupakan lini terdepan dalam pelayanan kesehatan. Maka diharapkan kepada Doto Popon dapat mengembangkan organisasi sampai ke 23 kabupaten/kota.
“Sehingga Asklin dapat berperan aktif bersama pemerintah daerah di Aceh dalam mengembangkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.







