DKP: Anggaran pemulihan usaha garam rakyat di Aceh capai Rp5,1 miliar

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menyatakan anggaran pemulihan usaha garam rakyat terdampak bencana hidrometeorologi di provinsi ujung barat Indonesia tersebut pada tahun ini mencapai Rp5,1 miliar lebih.

Kepala DKP Provinsi Aceh Safrizal di Banda Aceh, Minggu, mengatakan pemulihan tersebut masuk dalam program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat dengan anggaran dari transfer ke daerah atau TKD tahun anggaran 2026.

“Total pagu anggaran yang dialokasikan untuk program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat di Aceh mencapai Rp5,1 miliar lebih,” katanya.

Safrizal mengatakan pemulihan tersebut merupakan upaya strategis memperkuat ketahanan ekonomi petambak garam sekaligus menanggulangi kerentanan sektor usaha akibat tingginya dinamika cuaca dan iklan ekstrem yang kerap memicu bencana hidrometeorologi.

“Anggaran program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat tersebut didistribusikan secara terarah ke tiga kabupaten. Anggaran digunakan untuk pembangunan rumah perebusan serta tunnel garam meliputi rumah kaca beserta kelengkapan peralatan pendukung produksi,” katanya

Bacaan Lainnya

Menurut Safrizal, program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan tersebut difokuskan secara khusus pada pemulihan, pembangunan serta penyediaan infrastruktur sarana dan prasarana produksi garam rakyat sejumlah sentra produksi pada kabupaten kota di Provinsi Aceh

Adapun kabupaten yang mendapatkan alokasi program tersebut yakni Kabupaten Bireuen sebanyak Rp2,96 miliar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun rumah perebusan, tungku dapur, serta sarana pendukung produksi lainnya.

“Adapun sasaran penerima manfaat tersebar di tiga desa di Kecamatan Jeunib dan tiga desa di Kecamatan Jangka dengan total penerima terealisasi mencapai 176 orang,” katanya.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Utara, kata dia, total pagu anggaran mencapai Rp839,64 juta, digunakan untuk pembangunan tunnel serta peralatan pendukung produksi.

“Adapun total penerima manfaat sebanyak 33 orang yang terdiri dari tiga kelompok tersebar di tiga kecamatan, yakni Dewantara, Lapang, dan Seunuddon,” kata Safrizal

Serta di Kabupaten Aceh Timur dengan total pagu anggaran mencapai Rp1,29 miliar untuk pembangunan sarana perebusan dan tunnel garam serta penyediaan peralatan pendukung produksi.

Adapun total penerima manfaat sebanyak 45 orang terbagi dalam empat kelompok yang tersebar di tiga desa atau gampong di Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

“Kami berharap program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam ini mampu menjaga kuantitas dan kualitas produksi secara berkelanjutan dan dapat meningkatkan pendapatan petani garam,” kata Safrizal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *