Dinkes kerahkan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular ke daerah bencana Aceh

Banda Aceh|BidikIndonesia.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian vektor penyakit menular guna mencegah penularan, khususnya campak ke sembilan daerah terdampak bencana Aceh.

“Total sebanyak 152 personel dikerahkan untuk tim imunisasi tambahan campak batch II dan 35 personel untuk tim pengendalian vektor,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, dr Iman Murahman, di Banda Aceh.

Pengerahan tim ini untuk meningkatkan kekebalan masyarakat serta memperkuat pencegahan penyakit menular pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh.

Adapun tim imunisasi tambahan campak batch II Posko HEOC Dinkes Aceh dikerahkan ke Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Di wilayah tersebut, tim melaksanakan imunisasi tambahan bagi anak usia 9–59 bulan bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota serta puskesmas setempat.

Bacaan Lainnya

Sementara, untuk tim pengendalian vektor penyakit menular ditugaskan ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Kegiatan yang dilakukan meliputi surveilans vektor, edukasi masyarakat, serta pengendalian lingkungan guna menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Iman Murahman menjelaskan, imunisasi tambahan bagi daerah terdampak bencana telah dimulai sejak 5 Januari 2026. Langkah ini menyusul ditemukannya kasus campak di beberapa daerah dengan cakupan imunisasi yang masih perlu ditingkatkan.

“Imunisasi bertujuan melindungi anak dari penyakit berat sekaligus membentuk kekebalan kelompok,” ujarnya.

Menurutnya, intervensi lapangan menjadi penting untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi, balita, dan anak usia sekolah dari risiko penularan penyakit.

“Pengerahan tim ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit menular serta menekan potensi kejadian luar biasa di wilayah terdampak,” kata Iman.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyampaikan bahwa pengiriman tim melalui Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat Aceh.

“Dinas Kesehatan melalui Posko HEOC kembali mengirimkan tim vaksinasi dan tim pengendali vektor ke sembilan kabupaten/kota, terutama untuk mencegah penyebaran campak,” ujarnya.

Ferdiyus menegaskan, Posko HEOC Dinkes Aceh akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Tim vaksinasi difokuskan pada pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sementara tim pengendalian vektor bertugas menekan risiko penyakit berbasis lingkungan,” demikian Ferdiyus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *