Dinkes Aceh Imbau Warga Waspadai Dampak Asap Karhutla

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Dinas Kesehatan Aceh mengimbau masyarakat mewaspadai dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan. Anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, dan penderita asma termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, Sp.KKLP, M.K.M., menjelaskan asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5. Partikel tersebut dapat menembus hingga alveoli paru-paru dan memicu peradangan.

“Partikel-partikel ini bisa tembus sampai ke alveoli paru-paru dan memicu infeksi atau inflamasi.”

Menurutnya, asap karhutla juga mengandung karbon monoksida yang dapat mengganggu pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Senyawa lain, seperti benzena dan formaldehida, juga berpotensi mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan.

Iman mengatakan dampak paparan asap dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh. Bayi dan anak-anak, terutama penderita asma, berisiko mengalami gangguan pernapasan yang lebih berat.

Bacaan Lainnya

“Kalau pada bayi, gejalanya bisa rewel, bersin-bersin, hidung berair, dan mata mulai belekan,” ujarnya. Jika kondisi memburuk, bayi dapat mengalami batuk terus-menerus, hidung tersumbat, hingga napas lebih cepat.

Ia mengingatkan masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya, seperti sesak napas berat. Pada bayi, tarikan dinding dada, napas cuping hidung, dan bibir membiru merupakan tanda yang memerlukan penanganan segera.

Penderita asma juga perlu waspada jika mengalami sesak napas atau mengi, yaitu suara napas akibat penyempitan saluran pernapasan. Sementara itu, orang dewasa dengan gangguan jantung perlu memperhatikan keluhan seperti nyeri dada.

Iman mengajak masyarakat memantau kondisi kesehatan masing-masing dan tidak mengabaikan gejala setelah terpapar asap. Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kualitas udara memburuk atau paparan asap berlangsung terus-menerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *