LHOKSEUMAWE | bidikindonesia.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Lhokseumawe melalui Bidang Kebudayaan menggelar kegiatan pelatihan seni Seudati sebagai upaya nyata melestarikan budaya lokal Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu, 06 hingga Senin, 08 Desember 2025, bertempat di Gedung Kesenian Kota Lhokseumawe.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh mewakili Yuswardi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Darhafi, S.Pd, Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari komunitas seni dan sanggar seni di wilayah Kota Lhokseumawe, serta melibatkan siswa SMP Kecamatan Muara Dua. Sejumlah seniman Seudati Kota Lhokseumawe juga turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Pelatihan menghadirkan pemateri berkompeten di bidang seni Seudati, yakni Syekh Gani Cs dan Syekh Daud, yang menyampaikan materi tentang teknik gerak, irama, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni Seudati, disertai dengan praktik langsung.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Darhafi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya Aceh.
“Seni Seudati merupakan identitas budaya Aceh yang harus terus dijaga dan diwariskan. Melalui pelatihan yang dilaksanakan selama beberapa hari ini, kami berharap generasi muda tidak hanya mampu menampilkan Seudati, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” ujar Darhafi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Novri Syahputra Djaja, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi lintas generasi.
“Pelatihan Seudati ini menjadi wadah pertemuan antara seniman senior, komunitas seni, dan pelajar. Tujuannya agar terjadi transfer pengetahuan dan regenerasi seniman Seudati, sehingga seni tradisi ini tetap hidup dan berkembang di Kota Lhokseumawe,” ungkap Novri.
Melalui kegiatan yang berlangsung dari 6 hingga 8 Desember 2025 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe berharap seni Seudati semakin lestari, diminati generasi muda, serta menjadi bagian penting dalam penguatan identitas dan kekayaan budaya daerah.
