Dibantu Haji Uma dan Pemprov, 13 nelayan Aceh di Thailand kembali ke Tanah Air

Banda Aceh|BidikIndonesia.com –  Sebanyak 13 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur yang sebelumnya tertangkap dan telah menjalani proses hukum di Thailand sudah dipulangkan kembali ke Tanah Air.

“Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno- Hatta tadi malam Jumat (18/9), dan hari ini terbang menuju Bandara Kualanamu untuk selanjutnya ke Aceh Timur lewat jalur darat,” kata Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Sabtu.

Pemulangan ini merupakan hasil kolaborasi Sudirman Haji Uma dan Pemerintah Aceh serta bantuan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla.

Sebelumnya, 14 nelayan Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand karena diduga melakukan penangkapan ikan ilegal di zona ekonomi eksklusif Thailand pada 10 Maret 2026.

Dari 14 nelayan yang menggunakan    KM Aneuk Manja ini, hanya 13 orang yang dijerat secara hukum oleh otoritas Thailand. Sedangkan satu orang ABK lainnya langsung dilepaskan karena masih di bawah umur.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, 13 ABK tersebut dikenakan hukuman berupa denda THB 100.000 atau kurungan 200 hari untuk 12 kru kapal, dan denda THB 150.000 atau kurungan 300 hari untuk kapten kapal. Kini, semuanya telah dibebaskan dan dipulangkan ke Tanah Air.

Untuk memastikan kelancaran pemulangan, kata Haji Uma, dirinya melakukan komunikasi dengan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk menanggung tiket pesawat dari Thailand hingga Kualanamu.

“Sementara untuk penginapan di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Aceh saya yang bantu sendiri,” ujarnya.

Setibanya di Soekarno Hatta, pada Jumat (18/9) sekitar pukul 20.00 WIB. Ke-13 nelayan ikut disambut oleh Badan Penghubung Pemerintah Aceh dan dijamu makan malam oleh Anggota DPR RI asal Aceh, Ilham Pangestu.

Adapun ke-13 nelayan yang dipulangkan tersebut adalah Zulkifli Bin M Yusuf, Novindra Bin Mawaradi, Darmadan Bin Cut Ali Bin Fiah, Saifulli Bin Abdul Hamid, Zulkifli Bin N Mait, Muhammad Sahputra Bin Fakhruddin.

Kemudian, Adnan Bin Usman, Maulana Bin Ismail, Anwar Bin Syah Kubat, Rasyidin Bin Sofyan, Raihandy Bin Michson, Muzakir Bin Abdul Rahman, dan Musliady Bin N Yusuf.

Hari ini, ke-13 nelayan telah diberangkatkan dengan pesawat Lion Air JT210 dari Soekarno Hatta menuju Kualanamu. Dari sana, mereka dijemput oleh armada Dinsos Aceh serta Pemerintah Aceh Timur untuk diantar ke rumah masing-masing.

“Kita berterima kasih kepada KBRI Bangkok, KRI Songkhla, Kemenlu, Pemerintah Aceh, dan semua pihak yang sudah ikut membantu para nelayan Aceh ini,” demikian Sudirman Haji Uma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *