Dari Garam Jadi Sabun, Inovasi Baru Petani Aceh Besar

Aceh Besar|BidikIndonesia.com– Di sebuah rumah produksi sederhana di Gampong Garuda Kuala Gigieng, Aceh Besar, butiran garam kini tak hanya berakhir di meja makan. Tangan-tangan petani garam di sana mulai terampil mengubah hasil tambak menjadi sabun cuci piring.

“Selama ini kami hanya tahu menjual garam mentah. Sekarang bisa buat sabun sendiri,” kata Junaidi, Ketua Mitra Petani Garam, sambil menunjukkan sabun hasil produksi perdana dengan wajah sumringah.

Harapan baru ini lahir dari program pengabdian masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) sejak Agustus 2025.

Tim lintas disiplin yang dipimpin dosen Ilmu Kelautan, Vicky Prajaputra, mendampingi petani bukan hanya dengan teori, melainkan praktik langsung dari cara mengolah garam krosok menjadi garam halus, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran.

“Dengan kemasan menarik, garam lokal bisa tampil lebih profesional dan punya daya saing di pasar,” ujar Vicky.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, petani juga diperkenalkan pada manajemen usaha dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk merek dagang. Puncaknya, mereka dilatih memproduksi sabun cuci piring berbasis garam, lengkap dengan teknik pencampuran bahan, takaran, hingga pengemasan.

“Sabun berbasis garam ini diharapkan jadi sumber pendapatan baru bagi petani,” jelas Adinda Gusti Vonna dari Program Studi Agribisnis.

Untuk keberlanjutan, tim USK juga menyerahkan seperangkat alat produksi. Para petani kini tak lagi sekadar bergantung pada harga jual garam mentah. Mereka mulai percaya diri bahwa garam lokal bisa naik kelas.

“Ini langkah awal. Ke depan bisa berkembang ke produk turunan lain, seperti garam spa atau garam kesehatan,” kata Adinda optimistis.

Program yang didukung LPPM USK ini menyalakan semangat baru di pesisir Aceh Besar. Dari tambak garam yang berkilau diterpa mentari sore, lahir keyakinan baru garam Aceh bukan lagi sekadar komoditas mentah, tapi produk bernilai tambah yang bisa bersaing di pasar luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *