Bupati Aceh Timur apresiasi Mendagri kunjungi warga terdampak bencana

Bupati Aceh Timur apresiasi Mendagri kunjungi warga terdampak bencana

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengapresiasi kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terhadap warga terdampak bencana di daerah itu karena menjadi penyemangat mereka untuk bangkit dari musibah.

“Kehadiran Mendagri dan Kepala BNPB menjadi bukti bahwa pemerintah pusat hadir dan peduli terhadap masyarakat Aceh Timur. Ini berarti bagi warga kami dan menjadi penyemangat untuk bangkit,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Jumat.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengunjungi masyarakat Gampong Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (22/1).

Wilayah tersebut merupakan daerah terdampak paling parah akibat banjir bandang akhir November 2025. Daerah tersebut hingga kini masih sulit diakses kendaraan roda empat.

Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan ada sebanyak 233 kepala keluarga terdampak banjir di Gampong Sahraja. Saat ini, pembangunan hunian sementara terus dipercepat dan sebagian sudah mulai ditempati warga.

Bacaan Lainnya

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung Mendagri dan Kepala BNPB di Gampong Sahraja. Kunjungan tersebut menjadi penyemangat besar bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari musibah,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Selain itu, Bupati Aceh Timur juga mengingatkan data masyarakat terdampak bencana di desa tersebut benar-benar tercatat dan tervalidasi agar tidak ada yang tertinggal dari bantuan.

“Kami juga minta perangkat gampong untuk mengecek kembali data warga. Tidak boleh ada satu pun yang terlewat. Semua berhak mendapatkan bantuan,” katanya.

Kepada masyarakat, Iskandar Usman Al-Farlaky mengimbau agar tetap bersabar dan percaya bahwa pemerintah terus bekerja maksimal untuk pemulihan.

“Kami tidak diam. Pemerintah akan terus hadir sampai masyarakat benar-benar pulih dan bisa kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Sementara itu, Mendagri dalam kunjungannya ke Aceh Timur menyatakan keprihatinannya melihat langsung kondisi Gampong Sahraja. Tingginya bekas genangan air menjadi bukti besarnya dampak bencana dialami masyarakat.

“Kita melihat langsung bekas kayu dan tanda-tanda tingginya genangan banjir. Yang utama tentu adalah menolong warga, mengurus pengungsian, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Mendagri.

Ia mengatakan meski akses menuju Gampong Sahraja masih terbatas dan hanya bisa dilalui sepeda motor trail, pemerintah pusat memastikan bantuan tetap menjangkau masyarakat.

“Logistik, makanan, obat-obatan, serta kebutuhan darurat lainnya dikirim melalui jalur sungai dan udara menggunakan helikopter. Pak Bupatinya sangat militan, turun langsung membantu penyediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Langkah selanjutnya, kata dia, adalah membuka akses jalan agar kendaraan roda empat dapat masuk, sekaligus mempercepat pembangunan hunian sementara.

Sebagian besar warga, kata Mendagri, memilih direlokasi ke daerah yang lebih tinggi di wilayah setempat agar tetap dekat dengan tanah dan kehidupan mereka sebelumnya.

Terkait pendidikan anak-anak yang kini terpaksa belajar di tenda-tenda darurat, Mendagri memastikan pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.

“Pemerintah pusat akan bantu, papan tulis, seragam, alat tulis, meja lipat, hingga tenda untuk guru. Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena bencana,” kata Muhammad Tito Karnavian.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *