BEREH, Sat Reskrim Polres Aceh Utara Berhasil Menangkap Warga Tanah Luas Bersama 2 Pistol Ilegal

Lhoksukon|BidikIndonesia.com – Dua senjata api (senpi) bersama satu pria muda berinisial S alias Sinyak (21), warga Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Utara, baru-baru ini.

Dua senpi yang disita tersebut adalah sepucuk pistol kaliber 9×19 mm yang dibawa oleh tersangka.

Kemudian satu pucuk pistol rakitan yang diduga digunakan dalam aksi penembakan. Penangkapan ini menjadi bagian penting dari pengembangan kasus penembakan terhadap anggota kepolisian yang terjadi di Aceh Timur.

Tersangka ditangkap saat berada di Gampong Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sepucuk pistol kaliber 9×19 mm yang dibawa oleh tersangka.

Bacaan Lainnya

“Penangkapan ini merupakan bagian dari investigasi kasus penembakan terhadap anggota Satresnarkoba,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti SH SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Dr Boestani SH MH MSM.

Untuk diketahui penembakan terhadap anggota Satresnarkoba terjadi saat penggerebekan di halaman Masjid Al-Ikhlas, Gampong Keude Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

“Tersangka S diduga membantu pelarian pelaku utama yang saat ini masih buron, berinisial B,” ungkap Kasat Reskrim.

Tersangka S, lanjut AKP Boestani, turut menyembunyikan dan melindungi DPO tersebut.

Berdasarkan informasi dari hasil interogasi, polisi mengembangkan kasus ke sebuah rumah di Matang Seuke Pulot, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang disebut sebagai tempat persembunyian B.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan satu pucuk pistol rakitan yang diduga digunakan dalam aksi penembakan.

Selain dua pucuk senjata api, polisi juga menyita dua set komponen senjata rakitan yang belum selesai dirakit.

Komponen tersebut mencakup laras besi, ulir, dan gagang kayu yang telah dibentuk menyerupai senjata api.

“Temuan ini memperkuat dugaan adanya jaringan perakitan senjata api ilegal di wilayah kita.

Ini jelas menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat maupun petugas,” tegas Boestani.

Polisi kini terus melakukan pengejaran terhadap DPO berinisial B dan berkomitmen membongkar seluruh jaringan peredaran senjata api ilegal yang terlibat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *