Aceh Timur|BidikIndonesia.com — Duka kembali menyelimuti warga Desa Alur Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Setelah baru dua bulan lalu dihantam banjir besar yang menyisakan trauma mendalam, kini musibah lain kembali datang. Kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, melalap sedikitnya 11 unit rumah warga dalam waktu singkat.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada siang hari. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah lain yang mayoritas berbahan kayu. Tiupan angin kencang serta jarak bangunan yang saling berdekatan membuat kobaran api sulit dikendalikan. Dalam hitungan menit, belasan rumah warga hangus rata dengan tanah.
Warga yang panik berusaha menyelamatkan diri dan barang-barang berharga seadanya. Tangis dan teriakan terdengar di tengah kepulan asap tebal yang membumbung tinggi. Banyak warga hanya bisa pasrah menyaksikan rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung berubah menjadi abu.
“Trauma banjir belum hilang, sekarang kami diuji lagi dengan kebakaran,” ujar salah seorang warga dengan suara bergetar. Ia mengaku masih berusaha bangkit dari kerugian akibat banjir dua bulan lalu, namun kini kembali harus memulai segalanya dari nol.
Petugas pemadam kebakaran dibantu TNI, Polri, dan masyarakat setempat berjibaku memadamkan api. Namun, keterbatasan armada dan akses jalan menuju lokasi sempat menyulitkan proses pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah beberapa jam, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, puluhan warga kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau fasilitas darurat sambil menunggu bantuan dan uluran tangan dari berbagai pihak.
Pemerintah daerah setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan darurat bagi para korban. Warga berharap adanya perhatian serius agar mereka bisa segera bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah rentetan bencana yang terus menguji ketabahan.
Musibah kebakaran ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap bencana, terutama di wilayah rawan dengan permukiman padat. Bagi warga Alur Pinang, cobaan ini bukan hanya soal kehilangan harta benda, tetapi juga luka batin yang kembali tergores setelah bencana sebelumnya.(**)
