AMANAH Aceh dan BSI Perkuat Kolaborasi Dorong Ekosistem Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan bagi Generasi Muda Aceh

Banda Aceh.Bin. Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) memperkuat kolaborasi strategis dengan Kantor Perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Provinsi Aceh dalam upaya membangun ekosistem ekonomi produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan generasi muda.


Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kewirausahaan muda, pengembangan UMKM, serta optimalisasi komoditas unggulan daerah agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di Aceh.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Yayasan AMANAH Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng dengan Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan di Gedung Landmark BSI Aceh, Selasa (10/3).

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Syaifullah didampingi oleh Direktur Badan Pekerja AMANAH Dr. Safwan Nurdin, Wakil Ketua Yayasan Dr. Iskandarsyah Madjid, serta para koordinator bidang.

Dr. Syaifullah menjelaskan bahwa AMANAH berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan generasi muda Aceh yang tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak luas bagi masyarakat.

Program pemberdayaan tersebut diarahkan pada penguatan growth mindset, peningkatan soft skill dan hard skill, serta sertifikasi kompetensi agar generasi muda Aceh mampu mandiri secara ekonomi dan menjadi pelaku pembangunan di daerahnya.
“Generasi muda harus menjadi penggerak ekonomi masa depan Aceh. Karena itu, AMANAH hadir untuk membangun ekosistem yang mendorong lahirnya wirausaha muda, inovator, dan pelaku ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ujar Syaifullah.

Bacaan Lainnya

Sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan muda, AMANAH mengelola kawasan pemberdayaan ekonomi di Kawasan Industri Ladong, Aceh Besar, dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar yang diresmikan pada akhir tahun 2024.

Kawasan seluas sekitar 5 hektar tersebut dirancang sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis bagi generasi muda Aceh, yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi kreatif.
Berbagai fasilitas strategis tersedia di kawasan ini, antara lain gedung utama AMANAH, studio podcast, studio fashion, galeri UMKM, rumah kopi, rumah produksi nilam, rumah teknologi, rumah kemasan, greenhouse hortikultura, area budidaya ikan bioflok, aula pertemuan, asrama pelatihan, serta area pameran UMKM.

Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi berbagai peralatan produksi bernilai tinggi seperti mesin roasting kopi, fasilitas pengolahan minyak nilam, serta peralatan produksi dan pengemasan berbagai produk turunan seperti kosmetik dan skincare.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas berbagai peluang kolaborasi strategis, antara lain penguatan pelatihan kewirausahaan, inkubasi bisnis UMKM, pemanfaatan fasilitas AMANAH untuk kegiatan pelatihan dan workshop, serta penyelenggaraan event ekonomi kreatif dan expo UMKM.

Selain sektor UMKM, pengembangan komoditas unggulan Aceh seperti kopi dan nilam juga menjadi fokus utama karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi pasar ekspor yang besar.
Di sisi lain, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan juga menjadi bagian dari program pengembangan melalui pemanfaatan greenhouse hortikultura, program budidaya cabai, serta pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok, yang diharapkan dapat mendukung stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyampaikan bahwa BSI menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut dan terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak sepanjang program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, BSI menjalankan tiga semangat utama dalam setiap program pemberdayaan yang dilakukan, yaitu Sahabat Finansial, Sahabat Spiritual, dan Sahabat Sosial, sebagai bentuk komitmen BSI dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah.

Sebagai langkah awal untuk mengoptimalkan seluruh aktivitas di kawasan tersebut, Yayasan AMANAH juga merencanakan Re-launching AMANAH pada April 2026 guna memperkenalkan kembali berbagai program serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta komunitas kreatif.

Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan BSI diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha muda Aceh yang tangguh, memperkuat UMKM agar naik kelas, serta mempercepat terwujudnya pertumbuhan ekonomi Aceh yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *