Al-Farlaky Nginap di Kamp Pengungsi Saat Malam Tahun Baru

Al-Farlaky Nginap di Kamp Pengungsi Saat Malam Tahun Baru

IDI|BidikIndonesia.com – Bupati Aceh Timur,Iskandar Usman Al-Farlaky bermalam di tenda pengungsian saat malam tahun baru.

Ia melewatkan malam pergantian tahun dari 2025 ke 2026, dengan menginap di kamp pengungsi korban banjir bandang di Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kamis (1/1/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan komitmen pemerintah untuk memastikan warga yang terdampak bencana tidak merasa sendirian di tengah masa sulit.

Rombongan Bupati Aceh Timur tiba di lokasi pengungsian sesaat sebelum waktu azan Magrib berkumandang.

Tidak sekadar meninjau, agenda pertama yang dilakukan Al-Farlaky adalah melakukan takziah ke salah satu rumah duka warga setempat.

Bacaan Lainnya

Mengingat medan yang berat pasca-banjir bandang, Bupati turut didampingi oleh komunitas trail IM Trax.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyisir Dusun Rantau Panjang hingga menuju lokasi kedua di Dusun Bedari.

Logistik Diantar Pakai Perahu

Mengingat akses darat yang masih terputus atau sulit dilalui kendaraan biasa, bantuan logistik terpaksa dilansir menggunakan perahu.

Bantuan yang dibawa meliputi:

  • Ratusan paket makanan siap saji
  • Perlengkapan tidur mulai dari kelambu untuk mencegah penyakit pasca-banjir.
  • Sejumlah genset untuk memulihkan akses listrik sementara
  • Pakaian layak pakai untuk warga

Al-Farlaky juga membuka ruang diskusi dengan masyarakat setempat terkait masa depan tempat tinggal mereka.

“Kami berdiskusi langsung dengan masyarakat mengenai kesiapan mereka menempati hunian sementara (Huntara),” katanya.

“Kami juga menjelaskan mekanisme dana tunggu hunian (DTH) agar warga memiliki kepastian selama masa pemulihan ini,” ujar Al-Farlaky.

Mengingat bangunan sekolah di Desa Sijudo mengalami kerusakan parah hingga hancur lebur diterjang banjir, Bupati berjanji akan segera mengerahkan tenda belajar darurat.

Hal ini bertujuan agar aktivitas belajar mengajar anak-anak tidak terhenti meski dalam kondisi darurat.

Kehadiran orang nomor satu di Aceh Timur hingga bermalam di lokasi bencana ini diharapkan mampu mempercepat proses pendataan dan penyaluran bantuan tepat sasaran bagi para korban banjir di Pante Bidari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *