Aktivis Badan Advokasi Indonesia Aceh Keluhkan Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

ACEH TIMUR, Bidikindonesia.com Aktivis Badan Advokasi Indonesia, Razali yang akrab disapa nyakli maop, didampingi oleh awak media dan ex kombata gam Sagoe meuh IJOE melakukan peninjauan jalan di Gampong Alue yang sudah menjadi muzarat bagi masyarakat juga pelajar di kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur.

Turunnya Aktivis tersebut karena kondisi jalan yang sudah sangat parah rusak dan berlubang namun Geuchik, Camat, Bupati dan DPRK Aceh Timur kami diduga tutup mata melihat keadaan seperti itu, kenapa jika untuk bimtek ke luar daerah pemerintah desa dan kecamatan bisa mengunakan uang desa di setiap desa mencapai 30jt pertahunnya.

Menurut pandangan kami, jika di kalikan di tingkat kecamatan darul aman mempunyai 45 desa dana yang di gunakan mencapai 1M lebih (30jtX45) namun kenapa untuk perbaikan jalan yang sudah hancur tidak bisa di gunakan, sementara jumlahnya hanya 50 juta sudah mencukupi untuk biaya perbaikan, ” ucap pria yang akrab disapa nyakli maop yang juga merupakan pria kelahiran darul aman.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, Razali juga merupakan Tim investigasi badan advokasi Indonesia untuk Aceh, turut menjelaskan jalan seperti ini seharusnya menjadi perhatian bagi para pemimpin di desa dan Daerah tersebut, bukan sedikit dana yang diberikan oleh pemerintah untuk mensejahtrakan rakyat, imbuhnya Razali.

Dirinya juga mengklaim uang rakyat bukan hanya untuk dibelikan fasilitas Dewan dan Bupati tapi rakyat juga perlu untuk merasakannya, setidaknya dengan adanya jalan yang bagus dan nyaman untuk dilewati masyarakat dalam melakukan aktivitas seperti sehari hari juga pelajar dan Satri dalam menimba ilmu, ” tambahnya.

Sementara itu, warga setempat turut menyampaikan ungkapan dan harapan untuk para pemimpin semoga terbuka pikiran dan hatinya agar terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT, dan tokoh masyarakat Alue merbou ikut di dampingi oleh beberapa ex kombata GAM meminta kepada pihak pemerintah,dewan, pejabat perwakilan rakyat khususnya putra daerah setempat agar dapat memperhatikan jalan tersebut sebelum memakan korban.

Intervet, ex Kombatan Gerakan Aceh merdeka juga berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat beserta PT Medco Malaka beserta pengusaha yang mempunyai kebun sawit di sekitar areal tersebut yang mengunakan jalan tersebut dalam menjalankan usaha nya,segera memperbaiki jalan tersebut di karenakan sudah memasuki 5 tahun tidak adanya itikad baik dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut .

Jika tidak segera diperbaiki, jalan semakin hari semakin hancur walupun sudah puluhan kali kami laporkan ke pihak terkait begitu juga dengan dengan memberitakan di beberapa media online dan cetak namun tak kunjung juga di perbaiki, bahkan Ibu Mentri pun pernah melewati jalan ini, Kami juga pernah memberitahukan kepada ibu Mentri saat beliau meresmikan rumah bantuan Kompas untuk masyarakat Darul aman, mengapa daerah kami bangaikan negeri tanpa tuannya. ucap intervet dengan nada kesal.[BidikIndonesianews]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *