Perum Bulog Cabang Lhokseumawe dan Disperindag Gelar Pasar Murah di Tiga Kabupaten/Kota

Lhokseumawe|BidikIndonesia.com – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh bekerjasama dengan Perum Bulog Kanwil Aceh menggelar Pasar Murah di 23 Kabupaten/Kota se-Aceh serentak di tanggal 14-16 Februari 2026.

Di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Lhokseumawe bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat menggelar pasar murah di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen.

Pelaksanaan pasar murah berlangsung selama tiga hari, 14–16 Februari 2026, dengan rincian lokasi sebagai berikut:

Kabupaten Bireuen: Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kuta Blang, dan Peusangan.

Kota Lhokseumawe: Kecamatan Banda Sakti (Islamic Center dan Pasar Ujong Blang Loskala) serta Kecamatan Muara Dua.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Aceh Utara: Kecamatan Tanah Jambo Aye, Lhoksukon, dan Dewantara.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

“Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok saat HBKN, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh bersama Bulog melaksanakan operasi pasar murah dengan subsidi harga untuk membantu masyarakat menyambut Bulan Suci Ramadan,” ujarnya.

Adapun komoditas yang disubsidi per lokasi kegiatan meliputi beras premium sebanyak 6.000 kilogram dengan harga Rp110.000 per sak 10 kilogram, minyak goreng kemasan 1.000 liter seharga Rp33.000 per 2 kilogram, gula pasir 1.000 kilogram seharga Rp13.500 per kilogram, serta telur sebanyak 500 papan dengan harga Rp38.500 per papan.

Muhammad Iqbal berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah meningkatnya kebutuhan jelang Ramadan.

“Kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pasar murah ini. Bulog akan terus hadir bersama pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan tetap terjaga,” Katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *