Ketua Lembaga Mualem Dek Fad 02 Semua Suku Desak Gubernur Terpilih Perhatikan Nasib Relawan Jelang Ramadhan

Ketua Lembaga Mualem Dek Fad 02 Semua Suku Desak Gubernur Terpilih Perhatikan Nasib Relawan Jelang Ramadhan

Banda Aceh|BidikIndonesia.com – Ketua Lembaga Mualem Dek Fad 02 Semua Suku, Safwan, menyampaikan pesan tegas kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih periode 2024-2029, H. Muzakir Manaf (Mualem) dan H. Fadhlullah (Dek Fad). Safwan meminta agar pemerintah terpilih tidak mengabaikan dedikasi serta kinerja ribuan relawan yang telah berjuang memenangkan pasangan tersebut pada Pilkada 2024 lalu.

Safwan mengungkapkan rasa kecewanya dan berharap ada ruang komunikasi yang terbuka bagi para ketua lembaga yang bernaung di bawah Mualem Center. Menurutnya, terdapat 59 lembaga serta perwakilan Mualem Center dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh yang hingga kini menantikan perhatian nyata dari pimpinan baru Aceh.

“Kami para ketua lembaga yang berkeringat di lapangan ingin menjumpai Gubernur terpilih untuk menyampaikan aspirasi dan usulan program. Jangan sampai kerja tim relawan yang sudah berjuang habis-habisan di masa Pilkada kemarin diabaikan begitu saja,” tegas Safwan dalam keterangannya.

Harapan Jelang Ramadhan dan Meugang

Secara khusus, Safwan juga menyoroti momentum keagamaan yang sudah di depan mata. Ia meminta Mualem dan Dek Fad memberikan perhatian khusus kepada para relawan dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan tradisi Meugang di Aceh.

Bacaan Lainnya

“Sebentar lagi kita memasuki bulan puasa. Kami meminta kepada Gubernur terpilih agar ada perhatian khusus bagi tim pemenangan dan relawan untuk menyambut Ramadhan dan Meugang. Ini adalah bentuk penghargaan atas perjuangan mereka,” tambahnya.

Prioritas Program dan Keberlanjutan Pembangunan

Selain kesejahteraan relawan, Safwan mendesak agar usulan serta program-program yang diajukan oleh setiap lembaga relawan dapat ditampung dan dijadikan prioritas dalam agenda pembangunan Aceh ke depan.

Ia menilai, tantangan membangun Aceh sangat besar dan tidak cukup hanya dalam satu periode kepemimpinan. “Menurut hemat kami, waktu lima tahun tidaklah cukup untuk menuntaskan pembangunan Aceh. Minimal dibutuhkan waktu hingga 10 tahun ke depan agar fondasi yang kita kerjakan ini benar-benar kokoh. Oleh karena itu, sinergi dengan relawan dan lembaga pendukung sangatlah krusial,” pungkas Safwan.

Pihaknya berharap agar H. Muzakir Manaf dan H. Fadhlullah segera merespons kegelisahan para pejuang lapangan ini demi menjaga soliditas pendukung dan kelancaran program kerja Pemerintah Aceh di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *