Sebar Video tak Senonoh Pacar di Medsos, Seorang Peria Ditangkap Polres

NAGAN RAYA, BidikIndonesia.com Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya menangkap seorang pria berinisial MA, 22 tahun, pelaku penyebaran video tak senonoh pacarnya di media sosial (medsos).

MA ditangkap di Nagan Raya pada Rabu 20 Maret 2024. Pelaku nekat menyebar video tak senonoh pacarnya di medsos hanya dipicu merasa kesal karena si pacar tidak menuruti perkataannya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Rudi Saeful Hadi, melalui Kasat Reskrim, Iptu Vitra Ramadani, mengatakan, awalnya mereka berdua ini merupakan pasangan kekasih yang sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Bacaan Lainnya

“Kejadian bermula ketika korban bersama dengan terlapor melakukan hubungan layaknya suami istri dalam perkebunan kelapa sawit di salah satu gampong,” kata Vitra Ramadani, Jum’at 22 Maret 2024.

Lanjutnya, kata Vitra, setelah melakukan hubungan terlarang itu, tanpa sepengetahuan korban, pelaku menggunakan handphone pribadinya merekam korban yang pada saat itu masih dalam keadaan tanpa busana.

“Tidak sampai disitu, kejadian terus berlanjut dimana korban kerap kali dimarahi serta diancam dengan video yang direkam oleh pelaku kalau tidak menuruti perkataannya akan disebarluaskan,” cerita Vitra.

Selanjutnya, berselang tiga hari kemudian korban mendapat kiriman video dari salah satu akun medsos yang memperlihatkan korban tanpa busana setelah berhubungan badan dengan pelaku.

“Akibat semakin tersebar luas, teman, dan keluarga pun mengetahui adanya video tersebut, karena tidak terima akhirnya keluarga korban melaporkan pelaku kepada aparat penegak hukum,” sambung Vitra.

Kini pelaku sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatnya, pelaku dijerat dengan tindakan penyebaran video yang mengandung konten pornografi melalui media sosial.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dan/atau Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024.

Tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dipidana dengan penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp6 miliar.[KBA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *