Pasutri di Aceh Singkil Diduga Aniaya Anak Hingga Tewas

ACEH SINGKIL, BidikIndonesia.com Pasangan suami istri (pasutri) inisial SL dan IR ditangkap jajaran Satreskrim Polres Aceh Singkil, diduga menganiaya anaknya hingga tewas.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari Komnas Perlindungan Anak ke Polres Aceh Singkil.

Keuchik Desa Ujung, Kecamatan Singkil, Elly, Rabu 7 Feberuari 2024, membenarkan kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur oleh kedua orang tuanya.

Bacaan Lainnya

Elly mengungkapkan korban berusia 6 tahun, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tiri dan ayah kandungnya, hingga menyebabkan luka lebam pada wajah dan perut si anak bengkak.

Kata dia, kejadian ini cukup membuat warga merasa geram. Hal ini terungkap ketika si anak melarikan diri saat dianiaya si ibu, bahkan ayahnya dikabarkan ikut dalam aksi penganiayaan itu.

”Mirisnya lagi menurut pengakuan warga, korban pernah berhari-hari diikat di dalam toilet dan dibiarkan kelaparan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan warga dalam beberapa pekan ini sudah mengetahui aksi sadis kedua pasangan tersebut, namun belum ada pembuktian konkret.

Akibat perbuatannya itu, lanjut Elly, pasutri itu dilaporkan pihak lembaga Komnas Perlindungan Anak sejak kejadian pada Minggu 5 Februari lalu. Saat itu juga dibekuk dan ditahan di Mapolres Aceh Singkil.

“Sepasang pasutri ini statusnya nikah siri karena keduanya sudah pernah menikah dengan pasangan sebelumnya,” ungkap Elly.

Menurut Elly, keduanya bukan warga Desa Ujung, pihak perempuan warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Singkil, sedangkan dari prianya identitas warga Desa Pakiraman, Kecamatan Simpang Kanan.

“Mereka ini tinggal sementara di Desa Ujung, namun karena beban moral dan kemanusiaan makanya kejadian itu direspons,” ucapnya.

Diketahui, korban merupakan anak kandung SL dari istrinya pertama, sedangkan IR belum mempunyai anak meski sudah pernah menikah dari suami sebelumnya yang sudah berpisah cerai.

Ia menyampaikan kini korban sudah diamankan dan dititipkan di rumah saudara pihak perempuan. “Saya jamin Insya Allah aman, bila ada yang menjenguk harus ada izin dari saya,” kata Elly.

Informasi lain dari warga setempat yang tidak disebutkan namanya, bahwa pada Oktober 2023, pasutri ini juga diduga kerap menganiaya anak yang kedua umur tiga tahun jenis kelamin laki-laki.

Menurut informasi, anak balita itu meninggal dunia bahkan kabarnya dilemparkan ke parit. “Korban juga mengungkapkan dengan polos, bahwa adiknya sering dianiaya ibu tirinya hingga menyebabkan adiknya meregang nyawa,” ucapnya.

Sementara, Kapolres Aceh Singkil melalui Kasi Humas, Iptu Eska Agustinus Simangunsong, menyebutkan kasus dugaan penganiayaan anak tersebut sedang ditangani pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim.

“Terkait reka ulang atau rekonstruksi penganiayaan anak di bawah umur sudah dilaksanakan kemarin,” katanya.

Lanjutnya, saat ini belum ada rilis resmi dari kepolisian, belum diketahui apakah sekedar penganiayaan atau pembunuhan.[KBA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *