Mengajar, Meneliti, dan Mengedukasi: Dedikasi Doktor Muhammad Nizar untuk Lingkungan

BANDA ACEH, Bidik Indonesia.com Nama beliau adalah Dr. Muhammad Nizar Abdurrani, ST,MT atau biasa dipanggil Nizar. Lahir di Banda Aceh pada tanggal 22 Mei 1975 dari Ibu yang bernama Almh Zainab dan Bapak Alm Tgk. Abdurrani S. Ia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara bertempat tinggal di Komplek Beringin Indah – Cot Mesjid Banda Aceh saat ditemui kru Bidik Indonesia di Pango, Banda Aceh, Nizar bercerita saat ditemui di salah satu warung kopi, Jumat (8/05/2024).

Beliau Menamatkan Sekolah Dasar Negeri 21 di Banda Aceh, kemudian melanjutkan pada SMP Negeri 4 dan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI), keduanya di Banda Aceh. Pada tahun 1994 selepas dari SMTI Banda Aceh, Nizar melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Syiah Kuala – Darussalam Banda Aceh pada jurusan Teknik Kimia untuk S1 (tamat 2001) dan kemudian melanjutkan pendidikan S2 di universitas yang sama dengan mengambil bidang Teknologi dan Manajemen Lingkungan (tamat 2010).

Nizar, menyelesaikan pendidikan doktor (S3) di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Bacaan Lainnya

Adapun judul disertasinya adalah Evaluasi Manajemen Sampah Perkotaan Berdasarkan Konsep Zero Waste: Studi Kasus Banda Aceh.

Selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Nizar aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bakti Sosial Pembangunan Desa (BSPD) semenjak tahun pertama. Tertarik pada persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Nizar kemudian menjadi pengurus Senat Mahasiswa Universitas Syiah Kuala dengan jabatan terakhir Sekretaris Umum.

Setelah tsunami yang menerjang Aceh pada 26 Desember 2004 serta menimbulkan ratusan ribu korban jiwa, Nizar bergabung dengan berbagai LSM international antara lain Handicap Internasional, LSM dari Perancis dan bergerak di bidang pemberdayaan orang cacat (2005) sebagai staf program Aksesbilitas, UNICEF sebagai Water and Sanitation Officer (2005-2006), dan kemudian di Canadian Internasional Development Agency (CIDA) sebagai Assistance Research (2006-2008).
Usai bekerja di CIDA, Nizar bekerja sebagai wartawan di Harian Aceh, tahun 2008.

Selanjutnya pindah di surat kabar Aceh Independen, kedua koran tersebut terbitan Banda Aceh. Selain itu Nizar juga sempat menjadi editor pada media online www.theglobejournal.com. Nizar telah lulus mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis dan pernah menjadi anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Isu-isu lingkungan menjadi konsen utama dalam penulisan artikel di berbagai media massa dan beberapa kali mendapat penghargaan nasional. Selain itu pernah aktif di organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh dengan jabatan terakhir Deputi Direktur.
Saat ini Dr. Muhammad Nizar, ST, MT menjadi dosen senior di Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh dan Chief Editor Jurnal Serambi Engineering. Selain itu aktif menjadi host di channel Podcast SagoeTV yang disiarkan di Youtube dan berbagai media sosial lainnya.

“Manusia tidak bisa mengabaikan lingkungan jika ingin hidup sehat dan makmur”, ucap Doktor Nizar sambil menyeruput kopi pahit Ulee Kareng. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *