Harga Gabah Aceh Masih Seperti Tahun Lalu, Pemerintah Akan Pasok 10.000 Ton Beras Asal Thailand

ACEH TIMUR, BidikIndonesia.com Harga gabah di di sejumlah Kecamatan di Aceh Timur masih sama seperti Desember 2023 lalu, belum terjadi penurunan harga.

Diantaranya seperti Kecamatan yang sedang panen raya gabah yakni di Kecamatan Madat, Simpang Ulim dan Pante Bidari.

Salah seorang pembeli gabah di Aceh Timur, Azhar, mengatakan harga gabah masih tinggi yaitu mencapai Rp 7 ribu rupiah per kilogram, meski di sejumlah Kecamatan sedang panen raya.

Bacaan Lainnya

“7.000 itu untuk gabah kering yang dipotong dengan tangan, kalau gabah basah yang dipanen dengan mesin Combine harganya lebih murah sedikit yaitu 6.850 rupiah per kilo,” kata Azhar kepada AJNN, Sabtu, 13 Januari 2024.

Sementara itu, Aceh bakal menerima 10.000 ton beras impor dari Thailand, pada Februari 2024 mendatang. Beras itu bakal mengisi kekurangan sekaligus menjadi cadangan pangan di Tanah Rencong (Aceh).

“Dalam waktu dekat atau sekitar Februari ini kita akan masuk lagi sekitar 10.000 ton dari Thailand,” kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh, Saldi Aldryn, Sabtu, 13 Januari 2024.

Saldi menyebutkan beras tersebut akan masuk dua tahap masing-masing 5.000 ton. 5.000 ton masuk melalui Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar dan sisanya melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Perum Bulog Kanwil Aceh belum bisa memastikan berapa beras impor yang bakal diterima Aceh tahun ini. Namun untuk informasi awal, pemerintah pusat berencana impor 2 juta ton beras untuk cadangan beras Indonesia.

Saldi menyampaikan impor dilakukan karena beberapa tahun terakhir harga pembelian gabah antara pemerintah dengan kilang terlalu jauh. Pemerintah membeli Rp 5.150 per kilogram, sedangkan di tingkat petani Rp 7.000 per kilogram.[Infoacehtimur]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *