Gawat!!! Ada Apa Kabag Hukum Pemda Aceh Tengah Absar SH.MH Memaksa Ketua Pembina UGP Mustapa Ali Menanda Tangani Surat Yang Tidak Tipahami.

Gawat!!! Ada Apa Kabag Hukum Pemda Aceh Tengah Absar SH.MH Memaksa Ketua Pembina UGP Mustapa Ali Menanda Tangani Surat Yang Tidak Tipahami.

Takengon – bidikindonesia.com

24 Desember 2023 Mustapa Ali mengonfirmasi kepada media ini lalu menyampaikan anggota notaris cendri Nafis pernah mendatanginya di kantor yayasan gajah putih pada hari Senin tanggal 18 Desember 2023 sekitar pukul 10:30 Wib di kantor yayasan gajah putih, jalan reje ali desa Simpang kelaping kabupaten Aceh tengah, “perhal untuk menandatangani berkas yang tidak saya pahami” jelasnya.

Bacaan Lainnya

“Pada hari Rabu tanggal 20 Desember 2023 kembali saya di datangi oleh Notaris cendri Nafis Mariestha, SH beserta saudara Absar ,SH.MH selaku Kabag hukum pemda Aceh tengah, Untuk memaksa saya menandatangani surat yang saya juga tidak pahami maksud dan tujuannya” kata Mustapa Ali.

Mustapa Ali tetap merasa janggal, “kenapa notaris dan absar menyambangi rumah saya dan harus menandatangani surat” jelasnya kepada media ini. “yang itu juga saya tidak tau maksud dan tujuannya”, tegasnya lagi

Pihak media juga mengkonfirmasi Absar melalui WhatsApp pada Minggu tanggal 24 Desember 2023, perihal chatingan WhatsApp Absar kepada Mustapa ali yang diduga ada unsur intimidasi didalam bahasa yang disampaikan oleh Absar kepadada Mustafa ali berbahasa gayo, “menurutku ini nge bahaya pak, yang arti dalam bahasa indonesia Menurut saya ini sudah bahaya pak” tetapi absar tidak ingin hal tersebut di publish namun absar meminta pihak media kami untuk bertemu pada hari selasa 26 Desember 2023″.

Mustapa Ali menjelaskan perihal WhatsAppnya bersama absar, “seharusnya semua berkas dapat ditandatangani dengan kajian yang diyakini tidak melanggar peraturan perundang undangan, artinya bukan karena sudah dilaksanakan rapat tertentu maka wajib untuk saya tanda tangan” jelasnya.

Mustafa ali juga meyebutkan pernyataan yang memojokan pihak tertentu dengan mengatasnamakan masyarakat perlu di klarifikasi oleh absar “masyarakat yang mana” sebut mustafa ali.

“ungkapan yang menyebutkan “menurutku ini nge bahaya pak” sudah merupakan ancaman dan intimidasi secara tidak langsung kepada saya”.

“saya mengharapkan dengan mengikuti aturan perundang undangan yang seharusnya itu yang menjadi landasan bersama dan tidak merongrong saya” tutup mustafa Ali.

Kami juga mengonfirmasi kepada Notaris cendri Nafis Mariestha, SH terkait hal tersebut diatas, namun pihak media tidak mendapatkan respon sampai berita ini di tayangkan.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *