BPMA Gelar Sosialisasi Manfaat Industri Hulu Migas untuk Masyarakat Aceh

BANDA ACEH, Bidik Indonesia.com Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menggelar Diskusi Publik dan sosialisasi terkait manfaat Industri Hulu Migas bagi kesejahteraan masyarakat Aceh di Banda Aceh, Rabu (3/12). Diskusi ini dihadiri 30 peserta berasal dari LSM/Organisasi Masyarakat Sipil di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Diskusi yang membahas peran hulu migas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerjasama harmonis antara pemerintah dan perusahaan serta masyarakat khususnya melalui pemberdayaan BUMG ini menghadirkan 3 Pemateri yang mewakili Pemerintah Aceh, BPMA serta Forum LSM.

Kepala DPMG Aceh Dr. Ir. Zulkifli, M.Si yang mewakili pemerintah Aceh dalam sesi pemaparan mengharapkan adanya kolaborasi bersama antara Pemerintah Daerah, Perusahaan dan Forum LSM Aceh untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kita berharap kedepan kesejahteraan masyarakat bisa di dorong melalui pemberdayaan di skala desa dengan pemanfaatan BUMG. Kita mendorong agar pemerintah, perusahaan dan di dukung forum LSM dapat berkolaborasi melalui pilot project yang tepat.”

Deputi Perencanaan BPMA Muhammad Mulyawan dalam pemaparannya menyampaikan, industri hulu Migas yang beroperasi di Aceh memberikan manfaat besar bagi industri lain yang beroperasi di provinsi tersebut.

“Salah satu contoh kongkrit adalah hasil dari industri hulu migas di Aceh berasal dari blok A yang di kelola oleh perusahaan Medco E&P Malaka dapat gunakan oleh industri pupuk dalam daerah yaitu PT PIM hingga ketersediaan stok pupuk lebih terjamin dan harga pupuk menjadi lebih terjangkau sehingga petani dapat membeli pupuk dengan harga yang lebih bersahabat.” Paparnya.

Senada dengan kedua pemateri, Sekretaris Jenderal Forum LSM Aceh Sudirman Hasan menjelaskan, diskusi publik ini ini sangat bermanfaat bagi para penggiat LSM di Aceh agar lebih mengetahui peran industri Hulu Migas di Aceh dalam memberikan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat.

“Inilah menjadi catatan penting bagi kita dan prioritas bersama agar capaian yang telah di lakukan oleh BPMA dan seluruh KKS di Aceh seperti Medco E&P Malaka dapat terus kita dukung sekaligus juga mendorong advokasi pemanfaatan zona migas di atas 12 mil agar dapat masuk dalam wilayah pengelolaan Aceh.” Pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *