Menekan Inflasi, Pemko Lhokseumawe Gelar Pasar Murah, Ini Titik Lokasinya

Pj Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd mengatakan bahwa kegiatan pasar murah digelar untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok sehingga dapat menekan laju inflasi. 10 September 2022

Lhokseumawe | Bidikindonesia.Com, Menyusul masih belum stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali menggelar pasar murah sejak 10 hingga 17 september 2022.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Lhokseumawe, Mulai Sabtu 10 September 2022 melaksanakan kegiatan pasar murah di 8 titik di seluruh kecamatan se-Kota Lhokseumawe, yaitu pada 10 September di Gampong meunasah Mesjid, halaman Kantor Camat Muara Dua, 11 September di halaman meunasah, Gampong Blang Crum, 12 September di halaman meunasah Gampong Mesjid Punteut Kecamatan Blang Mangat, dan 13 September di halaman masjid Gampong Alulim. Selanjutnya, pada 14 September di pasar Sp. Line Gampong Kecamatan Muara Satu, 15 September di halaman kantor Keuchik Gampong Batuphat Timur, 16 September Gampong Banda Masen Kecamatan Banda Sakti, dan 17 September Lapangan Hiraq, Gampong Simpang Empat Kecamatan Banda Sakti.

Pj Walikota Lhokseumawe Dr. Drs. Imran, M.Si, MA.Cd mengatakan bahwa kegiatan pasar murah digelar untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok sehingga dapat menekan laju inflasi.

Bacaan Lainnya

“Di Aceh itu beberapa komoditi itu sangat rentan terhadap inflasi, contohnya cabe merah dan bawang merah, nah hari ini merupakan upaya cepat yang kita lakukan dengan operasi pasar murah ini, yaitu di kecamatan muara dua, kecamatan, Banda Sakti, Kecamatan Blang Mangat dan Kecamatan Muara Satu“, jelasnya Pj Walikota kepada media. Lhokseumawe, 10 Seprember 2022.

Dan hal ini akan terus dilaksanakan apa bila harga – harga belum stabil, dievaluasi tiap minggu untuk melihat bagaimana respon pasar terhadap harga –harga, jika belum ada gerakannya berarti minggu depan akan dilanjukan kembali , hingga pedagang nantinya akan menyesuaikan harga saat melihat pembeli yang jarang berbelanja.

“Kedepan tentunya harus ada Kebijakan – kebijakan terkait, salah satunya bagaimana memanfaatkan halaman, lahan – lahan kosong untuk menanam komoditas yang rentan terhadap inflasi dan mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari bentuk membeli kepada menanam, apakah itu dalam polybag dan pot serta mamanfaatkan kebun – kebun sekitar rumah, menanam cabe, menanam bawang, hingga kedepan bahan pangan khususnya terkait cabe dan bawang minimal tingkat keluarga sudah dapat teratasi“ lanjutnya.

Dia juga meminta kepada perusahaan – perusahaan agar ikut serta berperan aktif dalam mengatasi inflasi ini.

Lebih lanjut, Imran mengatakan untuk hal yang lebih besar, perusahaan – perusahaan yang ada di lhokseumawe ini dengan kemampuan CSRnya dan kemampuan finansialnya untu juga mendorong untuk menekan inflasi yang ada di lhokseumawe ini.

Kadispetundagkop Kota Lhokseumawe , M Rizal ,M.Si secara terpisah mengatakan adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah, yaitu beras 10 Kg dengan harga Rp. 90.000, Gula pasir 2 kg Rp.22.000, Minyak goreng 2 Ltr Rp.33.000, Tepung terigu 1 kg Rp. 9000, Telur 1 papan Rp 37.000, Bawang merah Rp. 21.000, Cabe merah Rp. 60.000.(Gel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.